Udinforester’s Weblog

Juni 11, 2008

KEINDAHAN DI KESUNYIAN

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — udinforester @ 4:07 am

Kersik Luwai adalah sebuah tempat dimana kekayaan hayati tersimpan dengan alami di tengah padang pasir yang sunyi.

Banyak juga orang yang berkata tempat itu adalah surga bagi berbagai spesies anggrek hutan. Sebuah taman ”Eden” yang dikelilingi hamparan pasir putih di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Dari bahasa Dayak Tunjung, salah satu etnis asli di Kutai Barat, nama tempat itu diambil. ”Kersik” berarti padang pasir, dan ”Luwai” sama dengan sunyi. Padang pasir yang sunyi, kurang lebih seperti itu menurut cerita orang-orang di sana.

Jalan tanah sepanjang 40 kilometer ke daerah itu sangat kering dan berdebu pada saat kami berkunjung kesana. Di sepanjang perjalanan, pandangan mata akan disuguhi pepohonan yang rimbun di ”Lembo” (kebun adat) dan tegakan pohon karet milik warga setempat yang terlihat berjejer rapi.

Sekumpulan bocah dan ibunya juga terlihat asyik menceburkan diri mereka ke sungai kecil di sana. Senyum dan canda tawa tersirat dari wajah mereka yang seperti tak peduli dengan terik matahari di siang itu.

Gerbang masuk ke Kersik Luwai dapat terlihat tidak jauh dari sungai. Di sana juga ada pos penjagaan dan bangunan pusat informasi.

Suasana terasa sepi dan lengang. Dari kejauhan terlihat ada sekelompok anak sekolahan yang keluar dari dalam kawasan itu.

”Jangan lupa untuk tidak mengambil apapun yang ada didalam sana baik benda mati atau hidup,” kata seorang dosen.

Tak guna menunggu, kami segera menyusuri jalan setapak menuju rimbunan pepohonan mencari anggrek alam. Tidak lupa kami menenteng kamera digital dan tas berisi air minum. Kami berharap bisa menjumpai dan merekam beberapa jenis anggrek yang mekar.

Heran bercampur bingung saat menyusuri jalan setapak berupa pasir putih yang sangat lembut di tengah kawasan hutan pegunungan. Kebingungan bertambah karena di atas hamparan pasir putih itulah pepohonan tumbuh.

Hamparan pasir putih ini tidak berada di tepi pantai, tetapi di tengah hutan pegunungan dengan ketinggian 135 meter dari permukaan laut (mdpl). Jaraknya pun ratusan kilometer dari pesisir.

Namun, rasa ganjil kami lupakan karena lebih bersemangat mencari anggrek. Tubuh harus membungkuk memasuki semak kerangas. Mata sibuk mencermati setiap tegakan mencari anggrek yang mekar sehingga patut direkam dengan kamera digital.

Padang Luwai merupakan nama kawasan konservasi seluas 5.000 hektar. Namun, luas kawasan pepohonan tempat tumbuh beragam anggrek ini cuma 17,5 hektar.

Di tempat itu tumbuh alami beragam jenis anggrek di bawah naungan rimbunan pohon yang dikelilingi hamparan pasir putih. Tiap jenis anggrek memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan dengan jenis anggrek dari daerah lain.

Anggrek-anggrek alami di Padang Luwai tidak mudah ditemukan di tempat lain. Beberapa jenis bahkan endemik atau asli Kalimantan. Salah satu jenis yang sangat tersohor adalah anggrek hitam (Coelogyne pandurata) yang agak mudah ditemukan di bawah rimbunan pepohonan.

Sayangnya, saat itu pohon anggrek-anggrek tersebut sedang tidak berbunga karena kebanyakan hanya bisa dilihat mekar pada akhir tahun.

Dalam pencarian, kami juga menjumpai kantong semar (Nephentes sp). Tumbuhan ini menyerupai terompet yang memiliki rongga.

Kulit luar bagian rongga berwarna hijau atau merah. Kami juga menjumpai sarang tawon sebesar ban truk dengan diameter sekitar satu meter. Sarang berwarna coklat kehitaman itu bergantung di salah satu pohon.

Kantong semar jumlahnya banyak sekali dan tumbuh liar merambat di sela-sela tegakan pohon. Terdapat semacam lendir di dalam rongganya yang bisa menjerat serangga sehingga disebut-sebut memangsa dan mencerna serangga yang masuk ke dalamnya.

Kami juga menjumpai beberapa jenis anggrek yang belum mekar. Sayangnya, kami tidak bisa mengidentifikasi jenis-jenis yang kami temui itu. Namun, melihat sendiri keindahan Anggrek hitam yang mekar cukup menjadi pelipur rasa.

Belum Ada Tanggapan »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.